Di Balik Gemerlap Tahun Baru, Ada Kerja Senyap Menjaga Jakarta Tetap Bersih

Jakarta
Tim Kebersihan Pemda DKI Jakarta melintas di dekat Tugu Monas saat pesta pergantian tahun usai. (Foto: Dok.Pemda DKI)

TURISIAN.com – Kembang api baru saja meredup di langit Jakarta. Riuh tawa, teriakan hitung mundur, dan deru musik perlahan menghilang. Digantikan suara gesekan sapu dan derak gerobak sampah.

Di saat sebagian besar warga pulang membawa sisa euforia pergantian tahun, sekelompok orang justru baru memulai hari mereka.

Mereka adalah para petugas kebersihan. Tanpa sorotan kamera dan tanpa tepuk tangan, mereka bergerak menyusuri jalan-jalan protokol, trotoar, hingga taman kota.

Sisa-sisa pesta, gelas plastik, bungkus makanan, kertas kembang api, dan botol minumanberserakan seperti jejak-jejak kegembiraan yang ditinggalkan begitu saja.

Di kawasan Monumen Nasional, siluet Tugu Monas berdiri tegak di tengah gelap yang mulai memudar.

Lampu-lampu kota masih menyala, memantulkan bayang-bayang para pekerja yang membungkuk, menyapu, mengangkat, dan memilah sampah.

Mereka bekerja dalam irama yang teratur: sapu digerakkan, sampah dikumpulkan, lalu dimasukkan ke dalam karung dan gerobak.

Sementara udara dini hari masih dingin, namun keringat tetap mengalir. Tak ada keluhan, hanya sesekali senyum kecil atau sapaan singkat antar sesama petugas.

BACA JUGA: Meriahkan Monas, Event Lebaran Betawi 2025 Angkat Kearifan Lokal

Tak banyak diketahui publik

Sementara itu bagi mereka, malam pergantian tahun bukanlah waktu untuk berpesta, melainkan jam kerja paling sibuk dalam setahun.

“Kalau warga bisa merayakan tahun baru dengan nyaman, itu sudah cukup bagi kami,” kata Manto, ketika ditemui Turisian.com sambil merapikan tumpukan sampah di trotoar malam itu.

Kalimat sederhana itu menggambarkan semangat yang tak banyak diketahui publik.

Menjelang fajar, ketika langit timur mulai memerah, wajah Jakarta perlahan berubah. Jalanan yang semula penuh sisa-sisa pesta kembali bersih dan tertata.

Taman-taman kota tampak rapi, trotoar kembali bisa dilalui dengan nyaman, dan aroma sisa makanan berganti dengan udara pagi yang segar.

Kerja senyap para pahlawan kebersihan itulah yang membuat Ibu Kota kembali siap menyambut hari pertama di tahun yang baru.

Tanpa mereka, gemerlap perayaan hanya akan meninggalkan kekacauan. Lewat tangan-tangan mereka yang tak kenal lelah, Jakarta bangkit dari sisa pesta dan kembali berdiri anggun saat matahari terbit.

Di balik kilau kembang api dan sorak kegembiraan, ada kisah lain yang jarang terdengar. Kisah tentang dedikasi, tentang kerja tanpa pamrih.

Dan tentang mereka yang memastikan kota ini tetap layak dihuni, bahkan setelah malam paling meriah sekalipun berakhir. ***

Pos terkait