Gelar Tur di Jawa Timur, Musisi Abon Jhon Janjikan Keseruan Bersama D’Masiv

Abon Jhon
Salah satu penampilan Abon Jhon saat perform di Kota Malang, belum lama ini. (Foto: Instagram/@abonjhonofficial)

TURISIAN.com – Musisi pendatang baru Abon Jhon tak sepenuhnya larut dalam hiruk-pikuk panggung besar.

Di sela persiapannya tampil bersama D’Masiv dalam konser kolaboratif Harmony For Tomorrow, ia justru menyiapkan perjalanan yang lebih senyap.

Sebuah tur mandiri bertajuk “Tujukota–Tujudesa Tour 2026”.

Tur ini akan menyambangi tujuh kota di Jawa Timur. Bagi Abon Jhon, agenda tersebut bukan sekadar promosi album ketiganya, Tahu Brontak, melainkan upaya menjaga jarak aman.

Khususnya, dari gemerlap industri musik sekaligus mendekatkan diri pada pendengarnya.

Meski terlibat dalam proyek berskala nasional, Abon Jhon memilih tetap turun ke panggung-panggung kecil.

Ia menyebut tur ini lahir dari kegelisahan yang menumpuk—energi kreatif yang terus bergolak di tengah situasi sosial yang kian ruwet.

“Fenomena sosial, geopolitik, dan situasi yang antahbrantah membuat saya penat. Dari situ, saya menulis syair bernada,” ujar Abon Jhon.

Materi yang dibawakan sepanjang tur merekam sudut pandang seorang kepala keluarga yang ingin hidup sederhana.

BACA JUGA: Musisi Nike Ardillah dan Ni Mursih Dapat Penghargaan Lifetime Achievement dari Pemda Jabar

Drama Sosial

Ia berbicara tentang bekerja, pulang ke rumah, menjaga kesehatan, dan menjauh dari drama sosial yang kerap menekan masyarakat lapis bawah.

“Saya ini kepala keluarga seperti yang lain. Ingin hidup normal, bekerja, pulang bertemu keluarga, sehat, dan menikmati hari dengan tenang,” katanya.

Blitar dipilih sebagai salah satu titik awal tur, meski bukan kota besar. Kota kecil itu, menurut Abon Jhon, menyimpan makna personal dalam perjalanan kreatifnya.

Dari sana, ia ingin menyapa pendengar yang kerap terlewat dalam peta tur musik arus utama.

“Dari kota kecil bernama Blitar, saya memulai langkah untuk berkeliling membawa mini album ini,” ujarnya.

Sesuai judulnya, Tujukota–Tujudesa Tour tidak hanya berhenti di pusat kota. Abon Jhon merancang pertunjukan yang juga menjangkau wilayah desa.

Tentu saja dengan format yang lebih intim dan jarak yang nyaris tanpa sekat antara musisi dan penonton.

Melalui tur ini, ia berharap musik dapat menjadi ruang jeda. Tempat berbagi kegelisahan sekaligus refleksi bersamadi tengah dinamika sosial yang terus bergerak, sering kali tanpa memberi waktu bernapas. ***

 

Pos terkait