TURISIAN.com – Malam pergantian tahun kembali menempatkan Jalan Malioboro sebagai magnet utama Yogyakarta.
Di ruas ikonik itu, kepolisian memprediksi lautan manusia akan memenuhi setiap jengkal trotoar hingga menjelang tengah malam.
Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Inspektur Jenderal Anggoro Sukartono memperkirakan jumlah pengunjung di kawasan Malioboro mencapai sekitar 450 ribu orang.
“Di Pos Teteg, berdasarkan data pemantauan kami, menjelang pukul 00.00 diperkirakan lebih dari 450 ribu orang akan memadati kawasan ini,” ujar Anggoro, Rabu, 31 Desember 2025.
Lonjakan pengunjung itu direspons dengan pengalihan arus lalu lintas di sejumlah titik.
Menurut Anggoro, rekayasa lalu lintas dilakukan untuk memberi ruang gerak bagi wisatawan sekaligus mencegah kemacetan berkepanjangan.
Polisi menetapkan batas toleransi kepadatan kendaraan tak boleh lebih dari 30 menit.
“Artinya semua harus tetap bergerak. Sampai hari ini tidak ada kemacetan yang benar-benar stagnan,” katanya.
Namun, padatnya arus kendaraan tetap tak terelakkan. Menjelang malam pergantian tahun, Kota Yogyakarta dilanda kemacetan di berbagai ruas.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memilih turun langsung ke lapangan dengan cara tak lazim: mengendarai sepeda motor jenis Supercub 125 berwarna merah.
“Karena macet, ya sudah, saya pantau sambil naik motor,” ujar Hasto.
Lonjakan Signifikan
Ia berkeliling kota untuk memantau kawasan-kawasan yang dinilai rawan kepadatan.
“Muter, kita pantau daerah-daerah rawan,” katanya singkat.
Sebelum berkeliling, Hasto mengikuti rapat daring bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono, serta Wakil Gubernur DIY KGPAA Pakualam X.
Dalam pemantauan tersebut, Hasto mencatat lonjakan signifikan jumlah kendaraan yang masuk ke Yogyakarta.
“Data dari Pak Kapolda menunjukkan kendaraan yang masuk ke Jogja hampir dua juta unit, datang dari segala penjuru—utara, selatan, timur, dan barat,” kata Hasto.
Penutupan Malioboro untuk kendaraan justru membuat kawasan itu dipenuhi pejalan kaki.
Wisatawan tumpah ruah di sepanjang jalan, memadati ruang publik yang biasanya dilintasi kendaraan.
Berdasarkan data kepolisian, lonjakan pengunjung Malioboro pada malam itu disebut meningkat tajam.
“Jumlah pengunjung di Malioboro, menurut data Pak Kapolda, naik sampai 1.000 persen pada malam hari ini,” ujar Hasto.
Di bawah cahaya lampu jalan dan hiruk-pikuk malam tahun baru, Malioboro sekali lagi menjadi panggung utama perayaan. Sekaligus ujian pengelolaan keramaian di jantung Kota Yogyakarta. ***





