TURISIAN.com – Menutup tahun dengan nada syahdu, MALIQ & D’Essentials merilis versi unplugged dari lagu “Senja Teduh Pelita”.
Seolah merangkum perjalanan panjang mereka selama 2024. Lagu yang telah diputar lebih dari 74 juta kali di platform streaming itu kini hadir dengan sentuhan akustik bernuansa era 90-an.
Versi unplugged ini, menurut Widi Puradiredja, terinspirasi oleh gaya minimalis panggung MTV Unplugged.
Dimana, sebuah konsep yang mewarnai industri musik global pada dekade 1990-an.
“Kami ingin menghidupkan kembali momen itu, sekaligus mengenang pengalaman tak terlupakan tampil di panggung konser Coldplay di Gelora Bung Karno tahun lalu,” kata Widi.
Momentum itu, lanjut Widi, menjadi salah satu pencapaian paling bermakna bagi band yang berdiri sejak 2002 ini.
Sedangkan, versi unplugged dari “Senja Teduh Pelita” direkam ulang di studio dengan pendekatan serupa: tanpa drum, tanpa berlebihan.
“Minimalis, tapi emosional,” ujarnya.
Sementara itu, rilisan ini juga bagian dari perayaan tahun penuh kejayaan bagi MALIQ & D’Essentials.
Pada 2024, mereka meluncurkan album kesembilan bertajuk “Can Machines Fall In Love?”, menggelar tur lima kota di Indonesia.
Dan menyabet penghargaan Duo/Grup Pop Terbaik di AMI Awards.
Tak hanya itu, single mereka “Kita Bikin Romantis” menjadi TikTok #1 Song Indonesia sepanjang tahun.
Triari Senawirawan, Managing Director Warner Music Indonesia, menyebut langkah merilis ulang lagu ini. Yakni, dalam format unplugged sebagai cara memperkenalkan MALIQ & D’Essentials kepada generasi baru.
“Versi ini memberikan sentuhan berbeda dari lagu yang sudah dikenal, sekaligus nostalgia bagi penggemar lama,” katanya.
Ke depan, MALIQ membuka kemungkinan merilis versi unplugged untuk lagu-lagu lain.
“Kita lihat saja ke mana musik membawa kami,” ucap Widi, menutup dengan nada optimistis. ***